Guru adalah pelaku sumber belajar itu sendiri. Karena tidak hanya kecerdasan yang ia wariskan akan tetapi bagaimana karakter manusia hebat tercipta. Menjadi guru adalah sesuatu perkara yang besar. Karena dalam islam kedudukan orang alim (orang paham/guru) berada setelah nabi dan rasul. Karena kerja besar yang harus mereka itikatkan itulah tangga penempatannya sangat mulia. Bukankah hal itu luar biasa. Maka berbahagialah wahai para GURU.
Dalam pandangan Ibnu Khaldum bahwa tak cukup seorang guru hanya membekali anak pengetahuan saja sehingga membuat mereka berilmu. Namun guru wajib memperbaiki metode dalam penyajian ilmu kepada anak didiknya. Dan ini menunjukkan betapa kreatifitas seorang guru benar-benar di tuntut agar menimbulkan pembelajaran yang efektif. Anak mendapatkan ilmu, guru mengenali karakter, timbul kedekatan rasa saling percaya dan tujuan pembelajaran sesungguhnya dapat terwujud.
Sebagai seorang pendidik beliu memaparkan bahwa kemampuan menguasai metoda adalah bentuk penggalian yang dalam dari profesional seorang guru itu sendiri. Media di pandang salah satu hal yang akan menyempurnakan metode yang di pilih dalam pembelajaran. Ia bagai katalis yang akan mewujudkan sebuah capaian dalam tempo waktu yang optimal. Sebab itulah pendidik di rasa perlu menggunakan berbagai media yang ada untuk menyentuh latar belakang anak yang beragam.
Saya berfikir salah satu yang paling efektif dapat dikombinasikan dengan metode pembelajaran saat ini adalah media yang berbasis dengan teknologi. Jangan kita kungkung anak-anak dengan kemajuan. Tapi arahkan bagaimana mereka dengan cerdas dapar memanfaatkannya. Jangan biarkan anak meninggalkan kuda yang berlari kencang, namun dampingi mereka bagaimana mengendarai kuda agar bermanfaat untuk kehidupannya.
Kita tidak bisa menutup mata. Selagi anak berinteraksi dengan dunia sekitar apalagi kita berikan akses media elektronik yang komunikatif. Maka sudah selayaknya kita menyiasati diri untuk cerdas menerima semua dampak yang mungkin akan di timbulkan untuk perkembangan mereka. Sebagai pendidik kita berkewajiban besar untuk membuat mereka paham dan mengerti. Melihatkan wajah teknologi dalam frame positif dan bermanfaat bagi anak. Bukan sebatas hiburan dan dunia tanpa kendali.
Dalam buku ini terdapat 15 media belajar berbasis teknologi yang bisa diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Dengan tahapan pengerjaan yang sederhana hingga menyelesaikan media. Ini merupakan bentuk best practice (praktek baik) yang dapat dilakukan oleh guru. Bahkan juga disertai penulisan laporan best practice sesuai bimbingan Sekolah PUSAT KEUNGGULAN. Semua orang yang ingin bergelut di dunia pendidikan sangat cocok dengan buku ini. Bagi calon guru yang ingin melakukan penelitian juga bagus menggunakan buku ini sebagai referensi.
Saatnya guru bergerak maju. Menjadi barisan terdepan menghantarkan anak pada wajah dunia baru dengan penuh kearifan dan tanggungjawab. Tak ada yang salah dengan teknologi namun manusia bijak yang mampu menjadi penunggang yang baik akan jadi pemenang di titik akhir. Jangan tinggalkan anak-anak kita sendiri. Jangan lepaskan mereka secara paksa dari perkembangan zamannya. Tapi didiklah mereka sesuai dengan zamannya sesuai pesan guru besar kita Imam Al Ghazali. Jadilah teman baik yang menarik, membersamai mereka hingga terbentuk karakter unggul yang berakhlak mulia.


Posting Komentar