Puji dan syukur yang tak terhingga atas kehadirat Allah yang maha kuasa atas segala kebaikan berkah dan karunia yang banyak untuk kita semua. Semoga kita menjadi HambaNya yang pandai bersyukur.
Agar Allah tambahkan rezeki berupa sehat dan iman yang kokoh. Shalawat beriringkan salam kami limpahkan pada yang mulia Rasulullah Saw, suri tauladan umat yang dengan mengimani serta melaksanakan sunnah beliau merupakan kebaikan bagi kita ummat yang insyaAllah mendapatkan hadiah beupa syafaatnya
KONSENTRASI BELAJAR
DI SUSUN OLEH :
WULAN SARI, S.Pd
198501212010012011
DINAS PENDIDIKAN PROPINSI SUMATERA BARAT
SMK NEGERI 2 PARIAMAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur yang tak terhingga atas kehadirat Allah yang maha kuasa atas segala kebaikan berkah dan karunia yang banyak untuk kita semua. Semoga kita menjadi HambaNya yang pandai bersyukur. Agar Allah tambahkan rezeki berupa sehat dan iman yang kokoh.
Shalawat beriringkan salam kami limpahkan pada yang mulia Rasulullah Saw, suri tauladan umat yang dengan mengimani serta melaksanakan sunnah beliau merupakan kebaikan bagi kita ummat yang insyaAllah mendapatkan hadiah beupa syafaatnya.
Benarlah jika seorang guru bukanlah manusia biasa dengan peran yang biasa pula. Ia adalah sosok yang di jadikan panutan dalam kehidupan. Kata-katanya memberikan inspirasi untuk bekal tetap kuat menghadapi perkembangan. Keterampilannya melahirkan manusia-manusia telaten dan menjadi kekaguman. Tapi jika rasa dan peran itu kian lama kian terkikis begitu saja. Maka tak akan ada lagi gelar pahlawan tanpa tanda jada. Takakan ada lagi sosok yang elok dalam kata dan sikapnya. Semoga kita terus belajar agar dapat menjadi guru yang baik.
Semoga makalah ini dapat menjadi salah satu bentuk bahwa kita mesti belajar dan mengembangkan potensi diri.
Pariaman, Februari 2019
Penyusun
LEMBARAN PENGESAHAN
Makalah dengan judul “Meningkatkan Konsentrasi Belajar” dinyatakan sah ditulis oleh :
Nama : WULAN SARI, S.Pd
Jenis Kelamin : Perempuan
NIP : 198501212010012011
Pangkat/Gol : Penata / IIIc
Jabatan : Guru
Pariaman, Februari 2019
Mengesahkan,
Kepala SMKN 2 Pariaman
Dra. ARRAHMI
NIP.19620225 198603 2 003
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I : PENDAHULUAN
Latar Belakang 4
Rumusan Masalah 4
Tujuan Penulisan 5
BAB II : PEMBAHASAN
Pengertian Belajar 6
Pengentian Konsentrasi Belajar 7
Faktor-faktor Penyebab Konsentrasi Belajar 8
Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar 9
BAB III : PENUTUP
Kesimpulan 10
Kritik dan Saran 10
DAFTAR PUSTAKA 11
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan menjadi hal yang mendasar bagi setiap individu dalam meningkatkan kualitas kehidupan, dengan pendidikan keberlangsungan hidup manusia akan lebih berwarna dan mampu bersaing di kancah dunia. Pendidikan memainkan peran utama dalam membentuk kemampuan sebuah negara berkembang untuk menyerap berbagai perubahan teknologi modern sehingga mampu bersaing dengan dengan sektor elemen diluarsana.
Gangguan konsentrasi dalam menjalani segala aktivitas sangat krusial bagi kehidupan seseorang. Terlebih lagi saat proses belajar berlangsung akan sangat sulit baginya untuk memahami serta mencerna materi yang diajarkan oleh seorang guru. Namun, bagi seorang guru jika mendapati seorang siswa yang mengalami gangguan konsentrasi, tidak lantas membeda-bedakan dengan siswa yang lain. Akan tetapi gejala gangguan konsentrasi tersebut tidak menjadikan seorang guru menyerah melainkan menjadi perhatian dan tantangan guru dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami peserta didik.
Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakang diatas, maka dapat di rumusan masalah pada makalah ini adalah:
Apa yang dimaksud dengan belajar?
Apa yang dimaksud dengan konsentrasi belajar siswa?
Faktor Apa saja yang menyebabkan konsentrasi belajar siswa menurun?
Bagaimana cara meningkatkan konsentrasi belajar siswa?
Tujuan
Merujuk kepada rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah:
Untuk mengetahui Pengertian belajar.
Untuk mengetahui apa itu konsentrasi belajar siswa
Untuk mengetahui faktor Apa saja yang menyebabkan konsentrasi belajar siswa menurun
Untuk mengetahui cara meningkatkan konsentrasi belajar siswa
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu kata yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, bagi para pelajar maupun mahasiswa. Bahkan sudah merupakan bagian yang sudah melekat dan tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman, yang artinya belajar adalah suatu proses dan bukan suatu hasil. Belajar tidak hanya mengingat akan tetapi mengalami. Adapun menurut beberapa tokoh merumuskan pengertian belajar, diantaranya:
Menurut James O. Whittaker, belajar merupakan proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Howard L. Kingskey juga mengatakan bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Sedangkan Drs. Slameto merumuskan pengertian belajar yaitu suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dari berbagai definisi belajar yang dikemukakan oleh beberapa ahli, maka dapat penulis simpulkan bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan dua unsur, yaitu unsur jiwa dan raga. Gerak raga harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan suatu perubahan yang diinginkan suatu ilmu yang dicari dan didapatkan.
Pengertian Konsentrasi Belajar
Konsentrasi adalah pemusatan pikiran pada suatu hal dengan cara menyampingkan hal-hal lain yang tidak berhubungan. Siswa yang berkonsentrasi belajar dapat diamati dari beberapa tingkah lakunya ketika proses belajar mengajar.
Adapun pendapat lain mengenai konsentrasi yaitu kemampuan untuk memusatkan perhatian secara penuh pada persoalan yang sedang dihadapi. Konsentrasi memungkinkan individu untuk terhindar dari pikiran-pikiran yang mengganggu ketika berusaha untuk memecahkan persoalan yang sedang dihadapi. Pada kenyataannya, justru banyak individu yang tidak mampu berkonsentrasi ketika menghadapi tekanan. Perhatian mereka malah terpecah- pecah dalam berbagai arus pemikiran yang justru membuat persoalan menjadi semakin kabur dan tidak terarah.
Berangkat dari beberapa uraian mengenai definisi belajar dan konsentrasi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum konsentrasi belajar merupakan suatu proses pemusatan pikiran terhadap suatu objek tertentu pada proses belajar, yang dilakukan dengan sungguh- sungguh dengan memusatkan seluruh panca indra yang kita miliki bahkan yang bersifat abstrak sekalipun seperti perasaan. Contohnya seperti Konsentrasi ketika mendengarkan guru menyampaikan materi saat proses pembelajaran berlangsung yang harus kita lihat, dengar dan simak dengan sungguh- sungguh, bertanyanya bila diperlukan, mencatat bila terdapat pembahasan yang sangat urgen agar maksud maupun tujuan yang disampaikan dapat kita terima dengan baik.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Belajar
Ada dua faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar siswa, yakni:
Faktor Internal
Faktor internal adalah sesuatu hal yang berada dalam diri seseorang. Beberapa faktor internal konsestrasi belajar siswa adalah sebagai berikut:
Jasmani
Faktor internal yang berkaitan dengan jasmani, yaitu:
Kondisi badan yang normal menurut standar kesehatan atau bebas dari penyakit yang serius
kondisi badan di atas normal atau fit akan lebih menunjang konsentrasi.
Cukup tidur dan istirahat.
Cukup makan dan minum serta makanan yang dikonsumsi memenuhi standar gizi untuk hidup sehat.
Seluruh panca indera berfungsi dengan baik. Detak jantung normal, detak jantung ini mempengaruhi ketenangan dan sangat mempengaruhi konsentrasi efektif.
Irama napas berjalan baik. Sama halnya dengan jantung, irama napas juga sangat mempengaruhi ketenangan.
Rohani
Faktor internal yang berkaitan dengan rohani, yaitu:
Kondisi kehidupan sehari-hari cukup tenang
Memiliki sifat baik
Taat beribadah sebagai penunjang ketenangan dan daya pengendalian diri
Tidak dihinggapi berbagai jenis masalah yang terlalu berat, (e) tidak emosional
Memiliki rasa percaya diri yang cukup
Tidak mudah putus asa
Memiliki kemauan keras yang tidak mudah padam
Bebas dari berbagai gangguan mental, seperti rasa takut, was-was, dan gelisah.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal berarti hal-hal yang berada di luar diri seorang individu atau dapat dikatakan hal-hal yang berada di sekitar lingkungan individu tersebut berada. Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi belajar adalah:
Lingkungan : terbebas dari berbagai suara yang keras dan bising sehingga mengganggu ketenangan. Udara sekitar harus cukup nyaman, bebas dari polusi dan bau yang mengganggu.
Penerangan harus cukup agar tidak mengganggu penglihatan.
Orang-orang di sekitar harus mendukung suasana tenang apalagi lingkungan tersebut merupakan lingkungan belajar.
Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar
Ada beberapa cara untuk meningkatkan konsentrasi belajar, yaitu
Memberikan kerangka waktu yang jelas.
Mencegah siswa agar tidak terlalu cepat berganti dari satu tugas ke tugas lain.
Mengurangi jumlah gangguan dalam ruangan kelas.
Memberikan umpan balik dengan segera.
Merencanakan tugas yang lebih sedikit daripada memberikan satu sesi yang banyak
Menetapkan tujuan dengan menawarkan hadiah untuk memotivasinya agar terus bekerja
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSENTRASI
Motivasi yang diperolehnya
Jangan pernah abaikan setiap motivasi yang kita berikan kepada anak. Meskipun itu berupa acungan jempol dan senyum penuh semangat saat mereka dapat melakukan perbuatan baik adalah motor yang berperan nyata agar mereka terus dapat berbuat dan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Apalagi jika anda memberikan perhatian yang khusus dari setiap ritme perubahan yang coba anak lakukan. Maka teruslah memberi motivasi yang bagus bagi anak.
Keinginan atau keterikatannya terhadap sesuatu
Keinginan akan menjadi alasan utama mengapa orang ingin mempelajari sesuatu. Dari sanalah dapat kita bedakan antara pembelajaran dewasa dan pembelajaran masa kanak-kanak. Jika anak didik adalah seorang yang sudah dewasa dan memiliki dasar pemahaman yang kuat tentang arti penting ilmu maka ia akan mudah menguatkan diri untuk terus bertahan dalam belajar. Hanya saja kendala akan terjadi jika anak yang kita ajarkan adalah seorang pribadi yang masih baru mengenal belajar. Banyak hal yang mereka belum mengerti. Maka tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan lingkungan sekitar yang dekat dengan mereka adalah cara yang baik untuk mengarahkannya.
Situasi tekanan yang dapat mengancam dirinya
Belajar adalah kondisi dimana anak memiliki kesadaran untuk bisa belajar. Pada hakikatnya belajar adalah perubahan yang terjadi dalam diri seseorang. Untuk mencapai perubahan itu sendiri hal terbaik yang harus dilakukan adalah menyadarkan anak dan membuat mereka berada pada kondisi yang paling nyaman saat belajar. Dimana indera mereka aktif menerima apa saja yang di sampaikan. Fikiran dan perasaan sedang tidak diganggu oleh lingkungan yang menurunkan motivasi belajar saat itu.
Keadaan fisik, psikis, emosional, dan pengalamannya
Mengkondisikan keadaan peserta didik dalam kenyamanan adalah pilihan yang terbaik dilakukan seorang guru saat akan memulai pelajaran. Karena lingkungan yang nyaman membuat siswa memiliki rasa senang dan bahagia menerima materi apa saja yang diberikan
Tingkat kecerdasan yang dimiliki
Kecerdasan adalah factor lahir yang dianugerahkan oleh pencipta. Akan tetapi bukan berarti kecerdasan ini sesuatu yang dapat tanpa dilatih. Alber Aeinstain berkata bahwa kecerdasan bawaan hanya berperan 1 persen dalam kesuksesan seseorang, justru yang lebih menentukan sebanyak 99 % adalah usaha dan perbuatannya sendiri. Tak pernah ada manusia yang dapat menggunakan seluruh kemampuan kecerdasannya. Yang ada adalah berusaha menggunakan pikiran sebaik mungkin untuk terus menganalisa.
Lingkungan sekitar
Carikanlah anak kita teman yang baik. Karena teman adalah mata air bagi seorang anak. Ia akan membawa apapun yang akan diserap oleh anak. Untuk itu menciptakan lingkungan untuk si anaka adalah salah satu bentuk tanggung jawab orang tua. Hal itu berlaku untuk anak yang belum masa balik. Atau anak yang belum bisa membedakan yang baik dan yang buruk.
CARA MENINGKATKAN KONSENTRASI
Sebelum melakukan aktivitas belajar kita harus benar-benar dalam kondisi fresh (segar) untuk belajar. Untuk siap melakukan aktivitas belajar ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi fisik dan psikis. Kondisi fisik harus bebas dari gangguan penyakit, kurang gizi dan rasa lapar. Kondisi psikis harus steril dari gangguan konflik kejiwaan atau ketegangan emosional, seperti cemas, kecewa, patah hati, iri dan dendam. Menanamkan minat dan motivasi belajar dengan cara mengembangkan “Imajinasi Berpikir”. Untuk membangkitkan minat dan motivasi belajar, maka perlu kita ketahui:
Apa yang dipelajari,
Untuk apa mempelajari materi pelajaran yang hendak dipelajari,
Apa hubungan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari (manfaat mempelajari dan apa yang dapat kita lakukan dengan pengetahuan tersebut)
Bagaimana cara mempelajarinya
CARA BELAJAR YANG BAIK
Untuk memudahkan konsentrasi belajar dibutuhkan panduan untuk pengaktifan cara berpikir, penyeleksian fokus masalah dan pengarahan rasa ingin tahu. Juga, harus memuat tujuan yang hendak dicapai dan cara-cara menghidupkan dan mengembangkan rasa ingin tahu kita. Sehingga tuntas terhadap apa yang hendak dipelajari. Dengan kata lain, berusaha menyusun kerangka berpikir dan bertindak step by step dalam memecahkan masalah
Belajar membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk memperoleh hasil belajar secara optimal. Harus diupayakan tempat dan ruangan yang apik, teratur dan bersih. Suasanapun harus nyaman untuk belajar.
Jika kita sulit berkonsentrasi belajar di sekolah atau sulit mengerti apa yang dijelaskan guru dan sebagainya, maka kita harus dapat mengembangkan pola belajar aktif. Kita harus aktif belajar dan berani mengungkapkan ketidaktahuan pada guru atau teman. Buang rasa sungkan, rasa malu dan rasa takut pada guru. Guru tidak akan memberi hukuman pada kita yang proaktif dalam belajar.
Saat menghadapi kejemuan belajar. Saat kita belajar sendiri di rumah dan menghadapi kesulitan (jalan buntu) mempelajari materi pelajaran, kadangkala menimbulkan rasa jemu dan bosan untuk berpikir. Jika hal ini terjadi, maka jangan paksakan diri kita untuk terus melanjutkan belajar. Jika dipaksakan akan menimbulkan kepenatan dan kelelahan, sehingga akan menimbul kan antipati untuk belajar.
Jalan keluarnya kita harus menye-diakan waktu 5-10 menit untuk ber-istirahat sejenak dengan mengalih kan perhatian pada hal lain yang bersifat menyenangkan dan menye garkan. Jika kepenatan dan kelelahan daya pikir atau daya kerja otak kita hilang dan pikiran kembali fresh, maka kita dapat kembali melanjutkan pelajaran yang tertunda tersebut
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Konsentrasi belajar merupakan suatu proses pemusatan pikiran terhadap suatu objek tertentu pada proses belajar, yang dilakukan dengan sungguh- sungguh dengan memusatkan seluruh panca indra yang kita miliki bahkan yang bersifat abstrak sekalipun seperti perasaan. Contohnya seperti Konsentrasi ketika mendengarkan guru menyampaikan materi saat proses pembelajaran berlangsung yang harus kita lihat, dengar dan simak dengan sungguh- sungguh, bertanyanya bila diperlukan, mencatat bila terdapat pembahasan yang sangat urgen agar maksud maupun tujuan yang disampaikan dapat kita terima dengan baik. Ada dua faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar siswa yaitu faktor internal dan eksternal siswa.
Kritik dan Saran
Sebagai kata penutup dari makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dan memberikan masukannya dalam menyelesaikan makalah ini. Tentu sangat disadari betul makalah ini jauh dari kata sempurna, masih banyak kekurangan baik secara redaksi maupun substansi, maka dari itu penulis mengharap adanya masukan dan saran konstruktif dari pembaca yang budiman agar kedepannya dalam pembuatan makalah ataupun sejenisnya akan lebih baik dari sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2007)
Setiyo Purwanto dan Aryati Nuryani, Efektivitas Brain Gym dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak , E-Journal (Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah, 2010), hlm. 90. Diakses pada 16 mei 2018 pukul 17.00, dari: http://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/123456789/3504/10.pdf?sequence=1
Siswanto, Kesehatan Menta: Konsep, Cakupan dan Perkembangannya, (Yogyakarta: ANDI, 2007)
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta : Rineka Cipta, 2010)
Sunawan, Diagnosa Kesulitan Belajar, (Semarang : UNNES, 2009)
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2011)
ABSTRAK
MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR
Konsentrasi belajar adalah salah satu dari sekian banyak ketentuan pembelajaran itu akan mendapatkan hasil yang baik. Perubahan perilaku dari materi yang diberikan adalah bentuk keberhasilan pada diri anak. Akan tetapi apabila tidak adanya konsentrasi selama proses PBM, bagaimana perubahan itu sendiri akan terjadi. Karena konsentrasi akan menghadirkan kesadaran dalam diri peserta didik untuk menerima materi pelajaran dengan baik. Ada beberapa hal yang mempengaruhi konsentrasi itu sendiri baik faktor eksternal maupun faktor internal. Akan tetapi terlepas dari dua hal tersebut. Konsentrasi sendiri dapat diupayakan oleh setiap orang asalkan didahului dengan memberikan pemahaman di awal pembelajaran. Mengungkapkan arti penting bagaimana materi itu bermanfaat untuk mereka pahami dalam kehidupan sehari-hari.


Posting Komentar