Jumat, 30 September 2022

KUNJUNGAN VIRTUAL

Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak Cinta

Sekarang dengan kecanggihan teknologi, dan fasilitas yang memadai di SMKN 2 Pariaman kami lebih leluasa dalam menggunakan kecanggihan teknologi. Kita menjadikan teknologi sebagai tunggangan masa dengan memudahkan dalam pembelajaran 

Pagi ini kami melakukan jalan-jalan virtual kunjungan rumah dengan menggunakan teknologi yang di sediakan oleh google. Kita bisa saling mengetahui lokasi tempat tinggal siswa, membayangkan bagaimana perjuangan anak ke sekolah setiap harinya. Bahkan anak yang sering terlambat bisa kita cek apakah memang karena lokasi yang jauh dari sekolah atau justru karena kelalaian anak sendiri. 

Mereka sangat merasa bahagia bisa melakukan jalan-jalan virtual bersama. Bahkan ada yang lucu pagi ini.  Saat kami melakukan cek lokasi salah satu rumah siswi, ternyata hasil pencitraan satelit memperlihatkan dua orang anak sedang mengendarai sepeda. Perawakan salah seorang di sepeda sama dengan siswi ini. Awalnya kami fikir itu hanya sebuah lelucon karena kemiripan saja.  Namun saat foto itu di zoom berkali-kali memang semakin jelas wajah orang yang bermain sepeda. Tebakan teman-teman benar dan diapun tertawa.  Karena merasa geli sendiri. Sepeda yang sedang dikendarai memang sepedanya, dan ia di boceng oleh "ande", sebutan untuk saudara perempuan ibu. 

Saya ingin mengenalkan anak dengan belahan dunia mana saja yang dia mau kunjungi. Mereka mengecek sekolah tempat lokasi aktor korea yang mereka gemari.  Ada  yang jalan-jalan ke india menikmati susana megah taj mahal. Banyak tempat menarik lainnya mereka kunjungi. Hari ini mereka melakukan jalan-jalan hanya secara virtual saja dan kami berdoa semoga suatu hari nanti mereka benar-benar menginjakkan kaki ke negeri itu.

Kita bisa contoh bagai mana Andrea Hirata berkisah tentang motivasi hebat yang diberikan oleh gurunya, ibu Muslimah.  Janji kecilnya ingin membuat kisah sang guru sejak kelas 3 SD akhirnya tercapai di usia dewasa. Dan negeri yang diceritakan sang guru ia jajaki. Hebat bukan. Kita tak pernah tahu bagaimana takdir mimpi masa depan akan terwujud. Sekarang saya coba dengan tampilan yang baru. Dengan teknologi jelajah dunia.

Luar biasa teknologi ini, bagaimana kita akan mengumpati hasil karya cipta jika dia bisa memudahkan dalam kehidupan. Kuda yang gagah tergantung siapa yang menungganginya. Bermanfaat atau tidak sebuah teknologi berada di tali kekang pengendaranya. Maka cerdaslah memanfaatkan teknologi. 

Saya senang melihat senyum bahagia terpajang di wajah teduh mereka. Semoga suatu saat nanti mereka akan tumbuh jadi anak penguasa teknologi. pemegang kekang kendali yang hebat. Membangkitkan semangat kemajuan dan perubahan. Tentusaja dengan akhlak dan adab yang selalu kami usakan tumbuh sebagai pondasi karakter mereka.

Kita sebagai guru hanya penghantar, kita guru hanya katalis yang berusaha mempercepat dan mengoptimalkan proses pencerdasan. Semua tergantung bagaimana takdir serta pemegang kekang kelana kuda itu sendiri.  Tumbuhlah, hebatlah sunggu masa depan menanti produktifitasmu wahai "agent of change". Kami yakin kekuatan doa tak dapat dipisahkan dari ikhtiar yang panjang.

Posting Komentar