
**
Ketika negeri ini tiba- tiba semakin sepi
Tengah malam begitu cepat
Hening dan menakutkan jiwa sendiri
Menghitung kapan gelap kan berganti
Sudahkah pagi?
Menyeret kaki lusuh yang telah jenuh
Menahan lipatan diam dalam nyeri kesemutan
Masih saja banyak suara
Bertanya tentang kemana engkau kan berkelana
Tanah ini sudah tertutup terkunci
Gembok ketakutan membredeli semua yang bernyali
Kau berani coba saja boboli
Jika hanya sumpahan dan mengumpati
Diamlah !!!
Jangan jadi pecundang di tanah sendiri
Ini cobaan maka BERSABARLAH
Ini ujian maka LALUILAH
Ini ketetapan maka TAATILAH
Jangan katakan ini wujud kemarahan Allah
Atas negeri para bedebah
Sekali-kali TIDAK.
Engkau, aku dan mereka di sana
Tak pernah bisa mengerti bagaimana dzatNya
Sebab itu jangan gambarkan marahNya
Gariskan saja dan tancapkan kuat dalam dada
Hari ini adalah masa UJIAN
Masa penuh KEINSYAFAN
Masa BERBENAH
Masa saling MENGUATKAN
Atau mungkin saja ini memang jalan KEPULANGAN
(Senin,19 Juli 21)
----------------------------
----------------------------
Bukittinggi Kala Malam itu
Posting Komentar